Tentang Tapak Suci Pimda 196 Merauke
Sejarah Masuknya Tapak Suci Putera Muhammadiyah Di Kabupaten Merauke
Nama “Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah hadir di kota rusa Merauke semenjak tahun 1980an oleh Bapak Mukinun Azza yang bukan kader Tapak Suci. Pada tahun 1998 – 2003 sudah diketahui keberadaan latihan yang bertempat di Pondok Pesantren Annajah Yamra Merauke.
Keberadaan latihan ini tidak berada dalam kendali ortom Muhammadiyah, hal ini dikarenakan hanya merupakan kegiatan eskul yang mana pelatihnya alumni Ponpes Annajah Jakarta.
Namun beberapa tahun kemudian terjadi kefakuman kegiatan dan tepatnya 23 September 2003 hingga sekarang Tapak Suci PIMDA 196 Merauke aktif kembali serta berkembang menyebar ke seluruh wilayah Merauke. Hal ini membuktikan bahwa TSPM hadir di Merauke juga bersamaan dengan lahirnya persyarikatan Muhammadiyah. Dengan sampai saat ini Bapak Aryadi,S.Pd, Pendekar Muda sebagai Ketua Pimpinan Daerah 196 Tapak Suci Putera Muhammdiyah di Merauke yang telah melahirkan kurang lebih 21 kader, dan pesilat-pesilat yang berkualitas.
Angkatan pertama yang latihan langsung di pimpin oleh PIMDA 196, terdiri dari 4 siswa yaitu Yatin, Sabar Supriadi , Eko Wahyu Priyono, Agus Wahyu. Angkatan ke 2 yaitu Iman Muzaki, Manggala, Alip Desi, Firda, Darmanto, Riyanto, dan hampir 60 an Siswa SMP Muhammadiyah Merauke. Angkatan pertama yang masih aktif berlatih tinggal 2 orang dan baru Kader dasar.
Perkembangan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Di Kabupaten Merauke
Keberadaan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Merauke,telah melalui banyak proses perkembangan,sehingga mampu membuka berbagai cabang,dan menjadi exstrakulikuler unggulan di Smp dan Sma Plus Muhammadiyah Merauke.
Dan cabang lainnya yang bertempat di Smp N 1 Merauke,SD Muhammdiyah Mopah, SMP Muhammadiyah, SMA Plus Muhammadiyah, Kuprik, Sp8, Sp9, Sermayam 2, Ternate, Al-Munawwaroh, dan Universitas Musamus menjadi UKM Pencak Silat Tapak Suci, hingga sampai dengan saat ini masih berkembang pesat dan melahirkan pesilat-pesilat tangguh.
Dengan berkembanganya cabang latihan sangat tidak sebanding dengan keberadaan Kader/Pelatih. Hal ini disebabkan adanya Kader yang sudah tidak aktif. Padahal kenyataanya ada lebih dari 15 kader. Sehingga ketidak aktifan ini disebabkan kebanyakan kader yang sedang menjalani Studi diluar Merauke untuk meraih cita-citanya dan membahagiakan orang tua, organisasi perguruan tapak suci, dan tentunya keluarga besarnya.

No comments