UKT TAPAK SUCI PIMDA 196 MERAUKE
UJIAN KENAIKAN
TINGKAT TAPAK SUCI PIMDA 196 MERAUKE CABANG PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH
Pada tanggal 17-18 juli
2021 yang jatuh hari sabtu-minggu tapak sucu pimda 196 merauke melaksanakan
kegiatan UKT siswa yang dilaksanakan atau bertempat di pondok pesantren
hidayatullah yang beralamat di jln.cikombong kelapa lima merauke dengan diikuti
oleh calon siswa dasar sebanyak 70 calon siswa dasar yang akan mengikuti
UKT tersebut, dalam kegiatan UKT tersebut kami mengikuti PROKES(Protokol
Kesehatan),menjaga jarak,dan menggunakan masker tentunya agar mencegah covid-19
yang sedang terjadi di kabupaten merauke.
Dalam pelaksanaan UKT
berlangsung selama 2 hari 1 malam di cabang pondok pesantren hidayatullah merauke
berlangsung dengan baik dan lancar tanpa adanya kendala sama sekali.
Banyak sekali tahun ini
di cabang pondok pesantren hidayatullah siswa yang ikut dalam seni beladiri
indonesia tapak suci putera muhammadiyah, dalam hal ini tapak suci pimda 196
merauke makin berkembang pesat, maka di sampaikan oleh ayahanda Aryadi, S.Pd
selaku pendekar muda dan penanggung jawab pimda 196 mengatakan bahwa Tapak Suci
di kabupaten merauke memerlukan bibit-bibit kader tapak suci yang sangat
mumpuni dalam segala hal siap mental,fisik,dan rohani tentunya, beliau
menjelaskan juga di dalam tapak suci bukan hanya olahraga saja tetapi
menjalankan sebuah dakwah islam lewat beladiri pencak silat tapak suci putera
muhammadiyah ini untuk"Amar'maruf nahi munkar" sehingga diharapkan bakal
bibit kader menjadi lebih mumpuni lagi.
Dalam pelaksanaan UKT
ini sangatlah memiliki kenangan karena kali pertamanya UKT di laksanakan di
luar area pusat Pimda 196 merauke karena siswa-siswa di pondok pesantren tidak
dapat melaksanakan UKT di luar pondok sehingga,pengurus pimda 196 tapak suci
mengambil langkah untuk melaksanakannya di area pondok pesantren hidayatullah
merauke ini.
Tapak suci merauke
selalu mengedepankan we are brothers even though we are different yang artinya
kita bersaudara walau berbeda.
Di tapak suci putera muhammadiyah pimda 196
papua khususnya dimerauke yang berada di ujung timur indonesia sendiri selalu
mengedepankan solidaritas tanpa batas tanpa memandang ras, suku, dan agama
karena yang di tanamkan adalah rasa kepedulian antar sesama pendekar, kader,
dan siswa sehingga tali persaudaraan semakin erat dengan menjunjung tinggi
kerendahan hati, saling menopang satu sama lain sehingga jika ada yang susah,
duka dan sebagainya kita sama-sama merasakannya kita tidak boleh membiarkan
rasa kepedulian kita terhadap saudara satu perguruan kita hilang dan malas tau,
itu sangatlah salah karena dengan kepedulian bersama satu rasa semua rasa itu
sangat indah dan damai sehingga menjadi kebiasaan dalam bersosial maupun
kehidupan sehari-hari kita.
Motto
:
"Dengan
iman dan aklhak saya menjadi kuat tanpa iman dan aklhak saya menjadi lemah"
No comments